Kepala Bidang Ketenagakerjaan Kerinci Bahas Isu Upah Layak di RRI Sungai Penuh: "Upah Layak, Antara Harapan dan Kenyataan"

Sungai Penuh – Persoalan upah layak kembali menjadi sorotan publik dalam siaran langsung Dialog Interaktif RRI Sungai Penuh pada Jumat, 20 Juni 2025, pukul 08.00–09.00 WIB. Dalam program yang mengangkat tema "Upah Layak: Antara Harapan dan Kenyataan" ini, hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kerinci, Dr. Suhaidir, S.Pd., M.M, yang memberikan pandangan tajam dan kritis terkait kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Kerinci saat ini.
Dalam dialog tersebut, Dr. Suhaidir mengungkapkan bahwa jumlah tenaga kerja di Kabupaten Kerinci saat ini diperkirakan mencapai sekitar 137.000 orang, yang berarti hampir 40 persen dari total penduduk Kabupaten Kerinci. Menurutnya, sebagian besar dari tenaga kerja tersebut bekerja di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Namun sayangnya, sebagian besar pekerja di sektor ini belum mendapatkan upah yang layak sebagaimana mestinya.
Lebih lanjut, beliau mengulas implementasi Undang-Undang Cipta Kerja, yang memiliki tiga prinsip dasar: cipta kerja, cipta karya, dan cipta sejahtera. "Namun dari tiga prinsip itu, yang paling belum kita rasakan adalah cipta sejahtera,” ujar Dr. Suhaidir. Ia menyoroti bagaimana sebagian pelaku usaha masih mengedepankan keuntungan semata, tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keadilan upah bagi pekerja. “Banyak pemberi kerja yang belum memiliki kesadaran, dan ini menjadi catatan penting kita bersama,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan harapan agar dialog ini menjadi refleksi bagi semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat pekerja, untuk sama-sama membangun ekosistem kerja yang sehat dan adil. Salah satu solusi penting yang diusulkan adalah perlunya regulasi tentang sistem pembayaran upah, guna mencegah praktik tidak adil yang dilakukan oleh pelaku usaha "nakal". "Sudah saatnya kita meninggalkan sistem pembayaran upah secara tunai (cash), dan beralih ke sistem digital atau perbankan yang lebih transparan dan bisa diawasi,” tegasnya.
Dialog ini tidak hanya menggambarkan realita kondisi ketenagakerjaan di Kerinci, tetapi juga menjadi ajakan terbuka untuk menciptakan perubahan. Dr. Suhaidir berharap diskusi ini membuka mata banyak pihak dan menjadi titik awal untuk perbaikan sistem ketenagakerjaan di daerah, terutama dalam hal penghargaan yang layak terhadap tenaga kerja.
Untuk menyimak pernyataan lengkap Dr. Suhaidir dalam dialog ini, Anda dapat menonton video siaran ulangnya melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/live/nk1lP-7K0RY



Categori: Berita
